Peringatan Maulid Nabi, Momentum Meneladani Kesabaran Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi, Momentum Meneladani Kesabaran Rasulullah

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad, SDIT Harapan Umat Jember mengadakan kegiatan Majelis Shalawat dan Dzikir Al Ma’tsurat Bersama pada Jum’at (23/10) . Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui media sosial online Youtube agar bisa diikuti oleh siswa-siswi secara langsung dari rumah masing-masing.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan dzikir Al-Ma’tsurat pagi bersama ,Pembacaan dzikir tersebut dipimpin oleh Ust Ardi Ervandi S.Pd.I dan diikuti oleh guru-guru lainnya. “ Dzikir pagi tersebut kita panjatkan untuk bermunajat kepada Allah agar diberi keberkahan dan energi positif saat akan memulai kegiatan sehari-hari” Sambung Ust Fauzan Awaris Al Madury.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Majelis Shalawat yang dimeriahkan juga oleh Tim Hadrah Al Harumy yang beranggotakan bapak dewan guru SDIT. Pembacaan shalawat berlangsung syahdu sambil diiringi dengan penyampaian hikmah tentang keteladanan akhlak Rasulullah oleh Ust. Edi Kurniawan M.Pd.

Hikmah dikisahkan saat itu di masa Rasulullah di sudut pasar Madinah Al-Munawarah ada seorang pengemis Yahudi buta yang hari demi hari pengemis Yahudi itu mencela Rasulullah. Sebagai Nabi yang diberi wahyu, Rasulullah tentu tahu apa yang dilakukan pengemis Yahudi buta itu.

Setiap pagi Rasulullah  mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Saat Rasulullah menyuapinya, si pengemis Yahudi itu tetap berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad sambil terus mencela Nabi.

Rasulullah menyuapi pengemis Yahudi itu hingga menjelang beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu.

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu untuk menggantikan Rasulullah. Abubakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”. Abu Bakar menjawab, “Aku orang yang biasa”.

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, ia pun menangis sedih dan kemudian berkata, benarkah demikian?

“Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia. Pengemis Yahudi buta itu akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar.

Begitulah akhlak Nabi, Nabi Muhammad  mengajarkan kepada kita betapa kelembutan akhlak sabar dan budi pekerti yang baik dapat mendatangkan kebaikan kepada orang lain. Acara Peringatan Maulid Nabi berlangsung dengan meriah dan hikmat. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa

Pembacaan Dzikir Al Matsurat oleh Ust Ardi ervandi S.Pd.i

Kegiatan Maulid Nabi SDIT Harapan Umat Jember

Hikmah Keteladanan Rasulullah Ust edi kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *