Dibalik sepinya jalanan Danau Toba dan sejuknya udara pagi, terdapat sekolah yang mengundang perhatian. Bangunan besar yang terlihat kokoh, ruang bermain yang luas, taman yang asri hampir tidak nampak dari muka jalan tersebut. Hanya pada jam-jam keberangkatan dan pulang sekolah terlihat hilir mudik sepede motor bergantian keluar masuk menuju area sekolah. Mobilpun berjajar rapi di tepi jalan, sesekali terlihat para orang tua menggandeng putra atau putrinya dengan penuh cinta menghantar mereka menuju kelas. Dengan ciuman dan doa mereka melepas putra dan putri mereka untuk belajar. Diiringi lantunan ayat suci para siswa mengaji di pagi hari, membuat hati merasa damai dan nyaman sekali.
Masih jelas dalam ingatan Elly Nuzulianti, seorang guru yang saat ini menjabat sebagai Direktur bidang Pendidikan Yayasan Islamic Centre, teringat akan kondisi sekolah beberapa tahun yang lalu. Dengan hanya sebuah masjid kecil dan satu bangunan kelas yang dibagi menggunakan triplek menjadi dua ruangan dan dilengkapi sebuah kipas angin kecil yang digantung di langit-langit tanpa plafon, disanalah kegiatan belajar mengajar dilaksanakan.
Hamparan rerumputan dan sawah menjadi wahana bermain para siswa. “Bermain di hutan” begitu ucap para siswa angkatan awal untuk mendeskripsikan suasana bermain di SDIT HARUM pada masa itu. Ayam milik para warga yang ada disekitar lingkunganpun tak luput jadi “teman” bermain mereka. Area sekolah yang pada saat itu belum memiliki pembatas tersebut, juga jadi ajang para siswa untuk mengeksplorasi tempat-tempat baru.
Hewan yang berbahaya dan aliran sungai bedadung dibelakang sekolah tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para guru ketika jeda istirahat berlangsung pada saat itu. Sehingga,tak jarang para guru menggunakan waktu istirahatnya untuk tetap mengawasi murid-murid yang sedang bermain.
Pada awal berdirinya, SDIT HARUM hanya terdiri dari delapan siswa. ,merekalah yang menjadi angkatan awal sekolah tersebut. Kebanyakan siswa tersebut juga masih kerabat dari guru-guru ataupun siswa pindahan dari sekolah lain.
Transformasi Menjadi Sekolah Unggulan
Saat ini diusianya yang 21 tahun, usia dewasa, Alhamdulillah, SDIT Harapan Umat Jember tumbuh menjadi sekolah yang mempesona. Dua ruang kelas sederhana itu saat ini menjadi 24 ruang kelas dan dilengkapi ruangan penunjang lainnya yang cukup lengkap
Hamparan rerumputan berubah menjadi lapangan dan taman yang nyaman untuk belajar & bermain siswa. Lima orang guru kini menjadi 85 orang guru dan delapan siswa kini menjadi 600
“Ini sungguh anugerah dari Allah yang sangat luar biasa” Ucap Nurhayati kepala sekolah pertama yang saat ini menjadi pengajar di UIN KHAS ketika mengenang perbedaan SDIT Harapan Umat Jember yang dulu dengan sekarang.
Berkembang pesatnya sekolah ini tentu tak lepas dari dukungan wali murid yang memiliki kepercayaaan dan harapan besar. Program unggulan dan kurikulum terpadu antara pendidikan umum dan Islam tentu menjadi alasan yang logis menyekolahkan putra-putrinya di SDIT Harapan Umat Jember,melalui kurikulum terpadunya menjadi pelopor dari pendidikan karakter dan program tahfidz berkualitas untuk sekolah dasar di Jember. Dibukanya program kelas takhassus Al-Qur’an ,Sains, Sadar Bakat dan Billingual Program menjadi salah satu kreasi dari kurikulum tersebut.
Program literasi dan numerasi terus digalakkan kepada seluruh siswa agar mereka gemar membaca serta memiliki sikap ilmiah. Hal ini merupakan modal agar menjadi pembelajar yang tangguh.
Tak cukup sampai disitu, prestasi demi prestasi telah ditorehkan oleh siswa-siswi SDIT Harapan Umat Jember
Tentu kompetisi bergengsi, yaitu berhasil membawa pulang medali Kompetisi SAINS Nasional dan IMSO 2021 serta juara 1 International Qur’an Competition kategori Grup 1 2021 dan senantiasa mampu mewakili Jember dalam ajang Olimpiade Sains Nasional setiap tahunnya
Sediakan Banyak Pilihan Ekstrakurikuler
Pekan ini merupakan pekan perdana pascapandemi sekolah mengaktifkan kembali kegiatan ekstra kurikuler. Mata berbinar penuh ceria tergambar pada wajah para siswa yang dengan antusias mengikuti ekskul sesuai minat dan bakat masing-masing. Mereka boleh memilih salah satu dari 15 ekskul pilihan yang diantaranya adalah panahan, futsal, desain grafis, sinematografi, craft dan kuliner, hadrah, sains dan dokter kecil. Selain itu semua siswa wajib mengikuti ekskul utama yaitu pramuka.
Winning Zone
Sejak berdiri peserta didik SDIT Harapan Umat Jember tidak hanya berasal dari zona terdekat. Saat ini winning zone nya bisa mencapai lebih dari 20 Km. Hanifah, seorang siswi program kelas sains dan kakanya Nisa yang sewaktu di SDIT Harapan Umat Jember mengikuti program takhassus Al-Quran merupakan putri seorang dokter yang bekerja di puskesmas Bangsal, hampir setiap pagi selalu antusias belajar di SDIT. Mereka tidak pernah terlambat datang ke sekolah.
Demikian juga dengan Ustadz Ilyas, seorang guru SDIT yang tinggal di desa Karang Semanding tidak merasakan jauhnya jarak tempuh ke sekolah karena beliau memanfaatkan waktu di jalan untuk bersenandung Alquran, murajaah hafalan Al-Qur’annya.
Sekolah Kaya Warna, Mencetak Generasi Qur’ani
“Sekolah Kaya Warna, Mencetak Generasi Qur’ani” bukan sekadar motto, tetapi menjadi ruh dalam setiap proses pendidikan di sekolah kami.
Sekolah Kaya Warna menggambarkan keberagaman yang kami miliki. Peserta didik hadir dengan latar belakang keluarga, karakter, bakat, minat, serta potensi yang berbeda-beda. Kami memandang setiap anak sebagai pribadi yang unik dan berharga. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan untuk saling belajar, menghargai perbedaan, serta mengembangkan potensi terbaik setiap individu dalam lingkungan yang inklusif, hangat, dan penuh semangat.
Di tengah keberagaman itu, kami memiliki tujuan yang sama, yaitu Mencetak Generasi Qur’ani. Kami berkomitmen membina peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, berakhlak mulia, serta memiliki karakter shalih, cerdas, mandiri, kreatif, dan tangguh. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan abad ke-21, dan kemampuan beradaptasi sehingga siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim.
Dengan semangat “Sekolah Kaya Warna, Mencetak Generasi Qur’ani”, kami meyakini bahwa setiap anak memiliki warna dan keistimewaannya masing-masing. Melalui pembinaan yang menyeluruh dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, setiap warna itu akan bersatu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan peradaban.









Masjid Lt 2 SDIT Harapan Umat Jember (2026)

Masjid Lt 2 SDIT Harapan Umat Jember (2026)

Lapangan Utama SDIT Harapab Umat Jember (2026)

Lapangan Utama SDIT Harapan Umat Jember (2026)

Perpustakaan (2026)